Sejarah Penaklukan Puncak Gunung Everest Yang Merupakan Gunung Tertinggi Dunia

gambar gunung everest

Gunung Everest adalah gunung tertinggi yang ada di kawasan pegunungan Himalaya yang terletak antara Nepal dan Tibet. Namun letak puncak gunung Everest berada di Tibet. Gunung everest yang merupakan gunung tertinggi di dunia ini memiliki ketinggian 8.850 meter diatas permukaan laut dan itu dianggap sebagai titik tertinggi yang ada di bumi. Di Nepal, gunung ini disebut dengan Sagarmatha yang dalam bahasa sansekerta berarti kepala langit. Sedangkan di Tibet gunung ini dikenal dengan sebutan Chomolangma yang berarti bunda dunia.

Gunung Everest ini mendapatkan nama inggrisnya dari nama George Everest. Nama Gunung Everest diberikan oleh Andrew Waugh yang merupakan seorang surveyor jenderal India yang berkebangsaan Inggris. George Everest adalah orang yang pertama kali menemukan puncak tertinggi yang ada di India namun orang pertama yang berhasil mendaki puncak Everest adalah Edmund Hillary (pendaki asal Selandia Baru) dan Tenzing Norgay (sherpa asal Nepal) pada tahun 1953.

Di Pegunungan Himalaya terdapat kelompok-kelompok pribumi yang tinggal di lembah-lembah. Kelompok pribumi yang paling terkenal adalah orang Sherpa. Kata sherpa sering digunakan untuk sebagai sebutan untuk pemandu gunung walaupun sebenarnya Sherpa adalah sebutan untuk kelompok etnis yang tinggal di kawasan pegunungan Himalaya. Kemampuan penduduk etnis Sherpa ini sangat membantu para pendaki sebagai pemandu gunung. Sherpa ini hidup di dataran tinggi sepanjang tahun dan mereka terbiasa dengan tingkat oksigen yang rendah serta paham bagaimana keadaan cuaca di gunung Everest.

Mendaki gunung Everest mungkin menjadi ekspedisi populer dan menantang bagi para pendaki gunung. Namun itu adalah ekspedisi yang berbahaya. Mendaki gunung Everest membutuhkan banyak pengalaman mendaki, sertifikat kesehatan yang baik, peralatan dan pemandu Nepal yang terlatih. Bahaya yang menanti di Gunung Everest bisa sangat mematikan seperti longsoran salju. Selain longsoran salju, bahaya paling mematikan adalah ketinggian karena semakin tinggi mendaki tingkat oksigen yang ada pun semakin rendah. Inilah sebabnya mengapa area di atas ketinggian 8.00 mdpl di gunung Everest disebut dengan zona kematian. Pendaki yang terlalu lama menghabiskan waktu di wilayah ini dapat mengembangkan penyakit ketinggian dan bahkan pembengkakan otak. para pendaki pun tidak bisa mendaki gunung Everest setiap saat karena terbatas dengan kondisi cuaca yang buruk. Tragedi terbesar yang menimpa para pendaki profesional terjadi pada tahun 1996 karena badai salju yang terjadi di Gunung Everest. Dua diantaranya adalah pendaki profesional yaitu Scott Fischer (Jake Gyllenhaal) dan Robb Hall (Jason Clarke).

Selain Edmund Hillary dan Tenzing Norgay yang dapat menaklukan puncak Everest, masih ada beberapa orang lagi pada tahun-tahun setelahnya yang dapat mencapai puncak everest. Diantaranya adalah ekspedisi Cina merupakan yang pertama kali mencapai puncak Everest melalui jalur Tibet pada tahun 1960. Kemudian pada tahun 1963 James Whittaker menjadi orang Amerika pertama yang mencapai puncak Everest. Kemudian pada tahun 1975 seorang perempuan asal Jepang bernama Tabei Junko berhasil mencapai puncak Everest. Tiga tahun kemudian Reinhold Messner dari Italy dan Peter Habeler asal Austria juga dapat menaklukan puncak Everest.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*