Karomah Sunan Muria

Gentong-Air-Blessing-As-Sunan-Karomah Muria

Setiap pelindung Allah harus diberkati dengan karomah atau hak istimewa sebagai kekuatan. Simak ulasan Sunan Muria Karomah berikut ini.

1. Guyang Cekathak

Sunan Muria memiliki objek dalam bentuk pelana kuda yang digunakan untuk meminta hujan saat kekeringan.

Ritual permintaan hujan ini adalah tradisi dengan nama “Guyang Cekathak” atau mandi di atas sadel kuda.

Yang menarik, pemandian kuda pergi dari kompleks Masjid Muria ke mata air Sendang Rejoso.

Pelana kuda itu kemudian dimandikan di mata air Rejoso, kemudian airnya ditaburkan pada penduduk dan diikuti dengan doa dan doa untuk meminta hujan.

Akhir dari tradisi ini berakhir dengan doa keselamatan dan ucapan syukur sambil makan dengan menu sayuran, kari, opor dan dawet.

2. Air Gentong yang efektif

Sunan Muria memiliki air yang disimpan dalam tong (tangki air besar). Air yang ia doakan memiliki sifat luar biasa. Dengan izin Allah, air ini bisa menjadi obat jika dikonsumsi.

Laras air ini dianggap oleh orang-orang memiliki berkah mengobati semua penyakit. Air berbentuk tong ini juga dapat meningkatkan kecerdasan mereka yang meminumnya.

Karena itu, hingga saat ini, air berbentuk tong masih digunakan saat jamaah datang.

3. Pencuri Kopo

Sunan Muria juga belajar dengan Sunan Ngerang (Ki Ageng Ngerang) dengan Sunan Kudus dan Adipati Pethak Warak dan dua saudara lelakinya Kopo dan Gentiri.

Pencuri Kopo adalah istilah yang diberikan kepada Kopo yang menculik istri Sunan Muria, Dewi Roroyono. Dewi Roroyono adalah putri Sunan Ngerang.

Ini diketahui ketika Dewi Roroyono diculik oleh salah seorang rekannya, lalu menyerang dan menggunakan aji terakhir ke arah Sunan Muria.

Sunan Muria kemudian melakukan serangan dengan aji pamungkas dan berbalik untuk menyerang adiknya, menyebabkan kematian.

Inilah yang dikatakan memakan senjata, niat buruk yang akan berdampak negatif pada pelakunya.

Dan istilah pencuri Kopo masih terkenal. Pencuri Kopo adalah sebutan bagi seorang lelaki yang menculik seorang wanita untuk menjadi istrinya.

  • Benda peninggalan Sunan Muria

Sunan Muria adalah tokoh agama Muslim yang memiliki kekuatan dan kekuatan supranatural. Beberapa peninggalan memiliki kekuatan atau sisi sakral. Masyarakat memperlakukan relik suci Sunan Muria. Lihatlah beberapa elemen warisan di bawah ini.

1. Taruhan Joto

Pari Joto adalah dua buah yang terdiri dari lebah atau An-Nahl dan jintan hitam atau habatussauda.

Kedua buah ini baik untuk wanita hamil karena mereka memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk memperkuat kehamilan.

Pari Joto dibesarkan di sekitar rumah Sunan Muria, tetapi sekarang dua buah ini dapat ditemukan di berbagai daerah.

Terutama pada waktu itu, banyak perusahaan mengembangkan dua jenis buah ini dalam bentuk kemasan obat yang mudah dikonsumsi.

2. Pakis Haji

Pakis haji adalah sejenis tanaman dengan nama sikas yang digunakan sebagai pembasmi hama pada tanaman padi.

Sampai sekarang, Pakis Haji telah digunakan oleh kebanyakan orang, terutama di Gunung Muria.

3. Bulusan dan kayu segar

Ketika Sunan Muria masih hidup, ada kura-kura kecil yang diyakini sebagai inkarnasi manusia.

Pada saat itu, ada juga pohon dengan nama “kayu adem ati”, yang juga diyakini memiliki kekuatan untuk menjadi tanaman suci.

Kura-kura ini dan pohon ini telah menghilang dan kemudian muncul kembali bertepatan dengan hari kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Karenanya, komunitas masih menganggap kedua makhluk ini sebagai suci.

4. Kayu jati suci

Jati telah hidup selama ratusan tahun sejak Sunan Muria menjadi batal.

Saat ini, tidak ada yang berani menebang pohon jati ini karena diyakini bahwa ia memiliki kekuatan yang dapat berdampak pada orang yang menebangnya.

Masyarakat setempat percaya bahwa pohon ini memiliki wali yang memiliki kekuatan besar untuk menunggu pohon itu. Jadi ia memiliki kekuatan untuk melukai orang-orang yang mencoba menguranginya.

5. Situs Air Barel Suci

Situs akuatik ini terletak di sekitar pemakaman Sunan Muria yang umumnya menawarkan peziarah untuk membawa air ini dalam bentuk tong sebagai alternatif untuk pengobatan berbagai penyakit.

Sunan Muria, salah satu penjaga Tuhan dalam penyebaran Islam sejauh ini, masih menjadi sosok yang diingat di hati orang.

Perkembangan Islam dengan kelembutan, memberikan kekuatan tersendiri bagi masyarakat, terutama bagi umat Islam yang hidup di masa sekarang. Islam bisa menjadi agama pemersatu untuk semua masalah yang ada di dunia.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*